Tuesday, February 12, 2019

Sunday, December 31, 2017

Kisah Nelayan pantai Kedonganan Bali





Bali selain dikenal sebagai surga wisata dunia juga dikenal dengan keramah-tamahan penduduknya, kebhinekaan serta kerja keras masyarakatnya.
Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu saling membantu dan bertoleransi dengan masyarakat pendatang dari berbagai daerah. 
Hal ini nampak juga dirasakan para nelayan di pantai kedonganan, Jimbaran Bali. 
Para nelayan yang umumnya para pelaut dari Madura dan Pantura menjual hasil tangkapan ikan 
di pantai kedonganana setiap pagi hari. 
Saat pagi buta mereka mulai muncul dari tengah laut dengan membawa berbagai ikan tangkapan,
mulai dari ikan kecil sampai ikan raksasa seperti Tuna.
Mereka membantu dan membawa ikan dan medorong perahu untuk kedarat. 
Selepas pengangkatan ikan, mereka langsung menjual hasil tangkapan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI ), ada juga yang langsung di jual ke pedagan di bibir pantai.
Masyarakat berduyun-duyun ke pasar ikan yang terletak dipantai. Wisatawan juga bisa bertransaksi ikan sambil menikmati pemandangan pantai yang indah. 
Sebuah simbiosis mutualisme yang indah. Sore hari wisatawan disuguhi tarian bali di kafe-kafe yang terletak dipantai Jimbaran. Angin laut yang sejuk menemani gamelan dan ayunan penari Bali. Ada juga musik live yang semua menambah kehangatan Bali.
Kehangatan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Keakraban yang harus tetap dibina dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan nenek moyang Indonesia.

Naskah dan foto : Yamtono Sardi












Thursday, September 8, 2016

Kegelisahan dalam kanvas ( Pameran Lukisan )

Kembali ke hitam putih, kembali ke kemurnian, tanpa risau dirasuki warna lain.
Hitam putih, ya itulah tema yang diangkat 5 perupa yang bergabung dalam Panca Atma
menggelar pameran lukisan. 
Mereka adalah Ipong Purnama Sidhi, MasPadhik, Sarnadi Adam, Sri Warso Wahono dan Yapi Tambayong atau yang lebih dikenal dengan Remy Silado. 
Mengambil tempat di Bentara Budaya Jakarta, 5 pelukis ini
seakan mengajak penikmat seni rupa untuk menginterprestasikan sendiri goresan goresan dalam kuas.
Walaupun bertema hitam putih, nampak ada pelukis yang "nakal" dengan ide ide tema dengan menambahkan warna yang mencolok diluar hitam putih. Hal ini terlihat di karya karya Maspadhik yang konsisten dengan tema "batu" nya.
Pameran berlangsung dari tanggal 9-17 September 2016.
Oh Iya, pameran dibuka dengan monolog oleh Jose Rizal Manua, seorang budayawan terkenal asal Padang, Sumatera Barat.
Nonton yaaa...
Keren keren pokoknya.
Selamat Berpameran.

*Yamtono Sardi










Wednesday, July 27, 2016

Lukisan Realis Surealis Karya masPadhik

Mas Padhik pelukis yang bergaya patung sebagai ciri khasnya telah membuktikan bahwa ia eksis dan tetap aktif berkarya dan berpameran. lukisannya telah dikoleksi di berbagai negara.
Kini ia memajang beberapa lukisan karyanya ( hanya di sini dan di www.zafaphotography.com )
Bagi anda pecinta dan penikmat lukisan, anda bisa mengoleksi lukisan masPadhik dengan menghubungi saya di tonokeren@yahoo.com
wa : 0818156579









lukisan-karya-maspadhik. DiJual !

Friday, March 11, 2016

Karnaval Cap go Meh 2016

Karnaval Cap gomeh tahun 2016 di Jakarta dipusatkan di jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Peserta karnaval juga banyak dan dari berbagai komunitas. Seperti, reog dan ondel-ondel betawi. Ada sisingaan, Manusia egrang, dan banyak lagi.



















Monday, June 8, 2015

JAKARNAVAL 2015

Setelah sekian lama tak mengisi blog ini karena kesibukan, akhirnya saya bisa mengisi lagi dengan foto foto yang terbaru, yaitu dari perhelatan Jakarnaval 2015 di Monumen Nasional ( Monas ). Acara yang dibuka oleh pertunjukan tari tarian dan dilanjutkan dengan parade seni dan diakhiri dengan karnaval kendaraan hias. Acara ini dihadiri oleh gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya.Silakan lihat foto fotonya.